Redahlah

Riuh hujan rintik penuh artistik..

Genangnya lukis kenangan simbolik..

Persis hujan kala mandikan bumi..

Kau pun hadir kemudian pergi..

.

Redahlah hujan..

Surutlah kebencian..

.

Deras meriak mengiris..

Senyumku mulai terkikis..
Hujan berhentilah..

Luka ada amat parah..

.

jelasnya..
tak usah menuduh siapa salah..

hati bukan persoalan menang dan kalah..

siapa menyakiti..

siapa disakiti…
pada hakikat cintalah kita berteduh..
( Ya_Syarief )

Iklan

Sajak Manja Sepasang Kekasih

I:ndah saat kudengar ucap lirih merdu nada bibirmu kata kata manja. Aku melemah. Namun, seolah tetap ada kekuatan percikan ke maha penyayang-Nya tuhan yang masuk melalui suaramu sampai ketelinga jelajahi seluruh tubuhku.
K:au selalu saja suka menyapaku lewat kata “aku merindukanmu sayang”!! terasa gempa dahsyat, goncang hatiku sampai menumbangkan ribuan pohon kerinduan, meretakkan segala warna warni  tembok peraduan. kita saling menerka saat redup putusnya suara, meraba dan berharap sapaan manja itu kau ucap seterusnya. Walau terkadang pura pura bertanya

“apa yang kau ucap ??”

“ya..aku merindukanmu sayang.”
K:au dan aku semakin larut dalam pusaran syair kerinduan, terhempas oleh gulungan ombak yang menyeret ke pesisir pantai pulau hati, pasir putih kesucian petanda jalinan kasih diterangi cahaya restu ilahi.
E:jaan demi ejaan, mencoba membalas kata sayangmu sangatlah berat dengan alasan “begitu mudah ditulis. Namun, mengucapkannya sulit. bagiku, ucapan sayang ketika terucap, pertangung jawabannya besar, sebesar gunung maha meru yang kita impikan, sebesar kawah ijen keindahannya pandai merayu.
N:uansa malam pekat seolah terang, malam minggu kebiasaan kita mengobrol penuh etika dan estetika. terbawa suara identitas tawa kecil membisik, tawa masih membekas, sesekali mencarinya di malam minggu.
U:ntukmu kekasihku, idolaku, perempuan terhebatku “I love you”. masih berkobar kulihat dalam jiwa ragamu meneladani siti hajar, yang tegar. tetaplah menjadi manifestasi hajar tapi asalnya tetap dari dirimu sendiri.
R:ianglah bahagia tersemogakan abadi pada pondasi kesungguhan yang biasa kita sebut syahadat cinta. ikatan suci yang tercuci dengan air mata kerinduan.
V:ulkan ditiap kerak bumi seakan memuntahkan lahar kecemasan “apa kamu baik baik saja.?.”.detik, menit, jam 12 yang sebentar lagi membuka pintu Desember. aku berharap diakhir bulan tersebut bukan mengakhiri kemanjaan sapamu.
I:ngatan tentang mu dibundaran cangkir kopi, musholla tempat kulihat kau mengangkat takbir, hujan. Abadi ingatanku dipengakhiran sholatku bergumam syahadat tentangmu, kita menyatu dalam khusuk, sampai kulihat tuhan sendiri lansung menikahkan kita.
T:anganmu halus, ikhlas membelai kepalaku saat bersandar di bahumu. nuansa indah, menyanyikan lagu kesukaanmu. keyakinanku menebal setelah kulihat isyarat kedip matamu, menyimpannya sebagai ingatan penyejuk tatkala rindu menghujaniku.
A:minkan saja. walau tuturmu saat beroleh jumpa beradu temu siapa menunduk malu malu..”saya ataukah kau ?” sudahlah !!..jelasnya bertemu dulu.
S:uara lewat bisikan kulayangkan ketelingamu. Masih ingat ? forum keilmuan mahasiswa, sejak kau berikan selembar kertas absensi sembari kuisi nomorku. walau camera biasa mampu lukaiku. bukan lembah hijau rumbia yang kumaksud, melainkan saat kubingkai, gambarmu telah hadirkan “luka hati resah” masih ingat ?”
A:ku urungkan niatku telusuri jiwamu, selami dalamnya hatimu hingga kita pun cukup pandai bermanja sayang.
R:asamu dan rasaku telah menyatu abadi. tepat pukul 12..saat kubuka pintumu menggunakan kunci 12..sudah cukup banyak sapa manja, musimnya akad. jika tiba, maka bersiaplah, hujan sayang keabadian menyelimuti.
I:ngatkan aku, aku pun akan mengingatkan. karena aku dan kamu adalah yang saling menasehati demi buruan cita menjadi kita.
(Ya_Syarief)

(Sabtu, 9 Desember 2017)

(05:29_ Minasaupa)

Sajak Kenangan

Kutahu betapa susah menolak kenangan..

aku pun juga rasa hal demikian..

Walau pada dasarnya semestinya menguatkan..

sekarang cinta pudar seiring ikrar kebisuan..

Sampai aku diusir dari istana hati harapan..

aku sudah punya kunci bayangan.. saat kubuka malah kau sia siakan..

pintu telah dibuka oleh orang lain kemudian disaksikannya lukisan..

Diambilnya keindahan intan..

Ya demikianlah hidup..

terkadang sesekali  redup…

sakit mengakar rapuhkan hati.. 

Kucuci dengan air mata hingga suci..

Berharap cinta utuh dan kembali..

Namun malah kau kotori dengan bara api..

dengan setitik bercak bercak warna..

Smakin kacau rasa tertuntun sirna..

kecewa  tetap saja merana..

aku tersiksa ditiap terang maupun petang..

melebur memikirkan ikrar janji yang hilang..

janji tertancap kuat pada lembah” hijau nyatanya kau buang..

Aku pun terbaring sekarat..

Sebab ingin hati nyatanya lambat…

Aku ucapkan selamat..

Karena kau telah buatku melarat..

Walau dulu dikenal sebgai orang tangguh..

Susah rasanya untuk sembuh..

Hanya malam diguyur hujan temaniku mnjelang subuh..

Bukan saja cuma pada hatimu..

Pun sekarang aku masih saja butuh tempat berteduh..

Sesaat aku tersungkur jatuh dan mengeluh..

Mengapa harus begini..

Kasih itu hilang terlalu dini..

Harus kemana dan siapa akan menemani..???

Sajak Juang

Cuaca kali ini nampak tak membaik…..

Hujan pun mengguyur hadirkan percik…..

Jalanan licin membuat orang kelabakan hingga terjungkir balik….

Para aktivis bertualang juang demi hak rakyat yang digelitik…

Tapi parahnya karena kritik..

mereka tiba-tiba menghilang tanpa jejak mungkin diculik….

Kondisi rakyat tak membaik…..

Miris karena rakyat dihisap sampainya tak berkutik…..

Tinggallah busung lapar meraung sakit…..

Hanya tulang tulang terbungkus kulit…..
Hilang sekejap namun belum kelar…..

Ya..antara bandit dengan makelar….

Harus segera diberantas sebab bisa menular…..

Bagaimana kebuasan pemilik modal yang sangar…..

Keadilan bagi orang miskin sangat susah dan sukar…..

Uang datang lebih dahulu baru keadilan mekar…..

Sudah tak asing terdengar…..

jikalu birokrat punya harta bermilyar-milyar…..

Wajar kalau mampu membeli pasal pasal yang diperjual belikan hukum di pasar….

Nama mereka terkenal sering terdengar…..

Tentu lewat pamflet  yang beredar..
Maka…
Bergeraklah mahaiswa…..

Sebab kalian rakyat bisa bahagia tertawa…..

Jejakkan kakimu demi tujuan membina…..

Bukan justru saling menghina…..
Kalian adalah layar perubahan…..

sebab pada diri kalian tertancap tumpuan harapan……

Sudah kenyang larut dalam perbincangan keilmuan…..

Maka sudah saatnya kalian berbaris bergandeng tangan…..

Jangan bosan menyuarakan kebenaran…..

Berteriaklah para mahasiswa sambil mengangkat kepalan tangan…..

Perbanyak dan perkuatlah barisan….

Walau panas atau kehujanan…..

Walau aparat mengancam dengan selonsong senapan….

Tetap sorakkan suara perlawanan…..

itulah hakikat perjuangan…..

Wujudkanlah cita keummatan dan kebangsaan…

Tentu sesuai pula dengan harapan….

Jangan semata hanya slogan…..

Namun kokohkan pondasi dalam hati keyakinan…..

Pastilah ketentraman menjadi kenyataan…..

Jangan pernah bosan….

Sebab jika mulai bosan maka yang ada hanyalah kemerajalelaan…

Maka kebenaran pasti mengalami kebisuan…..
#Ruko_romang_polong_25_November (05:48)

#Sajak juang

#Goresan Syarief

Belajarlah Dari Hujan

pernahkah engkau ditengah malam bersua dengan hujan…

mengadu karna baru saja terpukul dalam diam..

ya.. aku baru saja berdialog dengan hujan..berdialog saling berbagi cerita pengaduan”.
Jika kau tak ingin spertiku, 

hampir setiap malam berdebat dengan bayanganku..

maka ikutilah hatimu,

jangan biarkan walau satu kata paksaan orang lain mnjadikan pendirianmu roboh..

maka jadilah orang berani..

cepat ambil keputusanmu..

Hujan turun kebumi memberikan manfaat nikmat tak terhitung..tapi kadang mnjadi musibah bagi manusia..

Hei…itu mnjadi pelajaran nyata,

jangan sekali kali kau menentang kata hati nuranimu..karena itu merupakan bisikan dari tuhan untukmu..

Bagi kalian yang sudah terlanjur sepertiku, mengadulah kepada hujan malam..

ingat jangan sampai tergoda, 

kau harus mampu saring,

karna jangan sampai hujan mengajarimu menenggelamkan manusia..

belajarlah dari hujan, bagaimana memberikan manfaat terhadap jutaan manusia dan tumbuhan…

jagalah pendirian..

belajarlah dari kakak kakak mu, senior senior mu namun, jangan biarkan orang lain mampu merobohkan tiang tiang kesungguhanmu..

mengajarimu berbuat tidak adil.. mengajarimu praktik” negatif.. mengajarimu tak beretika..

ambillah pelajaran sewajarnya..

kemudian berikan manfaat kepada orang lain dengan wajar pula…

Hati-hati Provokasi

Hati hati provokasi…

Jangan marah pak polisi..

Biarkan kami sampaikan aspirasi..

Kami datang kesini sudah permisi..

Jadi biarkan kami tetap aksi..

Massa aksi..

Hati hati provokasi

Tetap jaga posisi

dan jangan terpancing sama pak polisi..

Bukan persoalan sensasi..

Tetapi tuntutan kita hari ini juga pasti..

Hati hati provokasi..

Kita menuntut penegakan hukum dinegri ini..

Tentang mereka yang giat korupsi

Tentang hukum yg telah dilacuri oleh kaum-kaum berdasi..

Hati hati provokasi..

Massa aksi

Tak gentar pantang lari..

Jika pengayom masyarakat tak tahan lagi..

Mengapa mahasiswa yg di soroti..?

Bukan para birokrasi..!!

Jangan kau ancam kami..

Sebab ancamanmu itu akan mengajari kami bagaimana gagah berani..

Jangan letup kan senjata ditelinga atau di tubuh kami..

Sebab senjata akan mengajari kami bagaimana perjuangan hakiki..

Jangan coba coba

Halangi kami..

Jika tidak..

Maka tetesan keringat darah akan menjelma menjadi ribuan teriiakan di negri ini….

Kenyataannya Begitu

Segelas kopi diatas meja bundar lebih bisa memberikan pelajaran. Dibandingkan diruang ruang perkuliahan yang semakin menikam.

Ya kenyataannya begitu. Ketika perguruan tinggi sudah menjadi alat proyek kapitalisme baik itu kolusi korupsi dan nepotisme (KKN). Disisi lain, perguruan tinggi dalam menyonsong atau mencetak sarjana yang mampu menyatu dengan lapisan masyarakat. Namun, sistem perguruan tinggi malah semakin monoton sehingga banyak mahasiswa yang lebih nyaman di tempat tidur, lebih enak belajar diluar ruangan perkuliahan. Hal ini berdampak kepada mahasiswa sebagai pemimpin masa depan. Jadi wajar jikalau penulis atau teman teman yang lain lebih menghabiskan waktunya di meja bundar dengan segelas kopi. Ya..kopi mampu menjelaskan dirinya, dirinya menjelaskan tak semua pahit..kita telah minum kopi, walau pahit, kita berusaha mencoba mencapai rasa manis. Secangkir kopi mampu memberikan nuansa inspirasi. Apa lagi dengan tangan dibuku..

Wajar jika mahasiswa lebih menghabiskan waktunya di meja bundar sambil ngopi…